Pendirian

Berdirinya PARTAI UMMAT pada 24 April 2021 (12 Ramadhan 1442 H) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

PARA PENDIRI PARTAI:

MUHAMMAD AMIEN RAIS, KUSNARSRIYATI SRI RAHAYU, RIDHO RAHMADI, MALAM SAMBAT KABAN, BAMBANG SUTEJO, TITI WIDORETNO WARISMAN, MUSTOFA, AHMAD BUCHORY MUSLIM, ANSFURI IDRUS SAMBO, AHMAD MUHAJIR SADRUDDIN, AGUNG MOZIN, CHANDRA TIRTA WIJAYA, NAZARUDDIN, AHMAD HANAFI RAIS, TASNIEM FAUZIA, MUHAMMAD GAMARI SUTRISNO, BENNY SUHARTO, HERMAN KADIR, DJUDJU PURWANTORO, MOCHAMMAD SYUKRI FADHOLI, MOHAMAD ARIEF HIDAYAT, BUNI YANI, CHAIRUL RAZAK, MASKUR AHMAD, AHMAD DAHLAN RAIS, ISKANDAR SEMBIRING, MASHURI MASCHAB – JAMI SUNI, ZUL BADRI, TASLIM, NIKO PRANSISCO, FAUZI KADIR, MUHAMMAD MAHILI HAJI MANSYUR, SAAD SOBARI, MOHAMAD NABIL/BENY, SUBARKAH PURBO ASMORO, MUHAMMAD YUNUS, HARIS RICHARD SAMUEL YOCKU, UUM SYARIEF USMAN, AGNA SUSILA, SUGENG, IMAM BAYU PRASETYO, WARAS PRIYANGGA, RUSDIANSYAH, IRSYADUL FAUSZI MUKHTAR, JEMMY YULIES MORIN, MUHAMMAD FARID RIZA, SOEGENG SOESTONO, DWIYANTO PURNOMOSIDHI, SRI HANDAYANI, SABAR SANTOSO, BUHARI KAHAR MUZAKKAR, ABDUL HAKIM, SUPRIYADI YUSUF, MUCHTAR LUTFI LEMBAH, JAINUDDIN DAMOPOLII, DEDDY SETIAWAN RUSLY DOLOT, BURHANUDDIN PULUBUHU, ABDUL MUTTALIB TUANAYA, ABDUL RAHIM FABANYO, RUSDIYANTO, DEWI HANDAYANI, EVI ROSITA, ROSMAILLIS IDRIS, AIDA ZULAIKA NASUTION ISMETH, SITI NURNISA DEWANTA, AISYAH RAIS, SUCHRULIYAWATI, NOVY CHRYSTIANA, NURIL HANIFAH, LAILA ISTIANA DIANA SAVITRI, SITI MUSLICHATU, JUNITA WIDIATI ARFANI, EUIS FETY FATAYATY, NURDIATI AKMA, TUTIEKMASRIA WIDYO, WA ODE NUR ZAINAB, DJAMILAH, HENNY LISTIANI, NURUL HUDHA MASHURI, SRI SURATON, RETNO PANJI RIANDANI, SUDJANATIN MUSTHAFA KAMAL, MASNA’AH, SRI WAHYUNI, YUNIATI, MUSLIMAH, ATIK SUHARTINI, AMRONAH, JUNAIDI ALBAB SETIAWAN, SITI ZULAIHA, HELMY ABDUL RAHIM, CHULAFAUU RASYIDIN

Deklarasi

Deklarasi secara nasional disampaikan dan disiarkan secara langsung pada tanggal 29 April 2021 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1442 H. Berikut deklarasinya:

Inshaa Allah dan Bismillah, bertekad: Bekerja, berjuang dan berkorban bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan; Bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan demokrasi universal.


Kami sadar, bahwa menggerakkan “Al Amru bil Ma’ruf wa Nahyu ‘anil Munkar”, yaitu tegakkan kebajikan dan memberantas keburukan, serta memobolisasi “An-Nahyu ‘anil Dzulmi wa Al-Amru bil-‘Adli” yakni melawan kezaliman dan meneggakkan keadilan, memerlukan kesabaran,  ketekunan, dan ketangguhan;


Kami abdikan seluruh shalat kami, seluruh ibadah kami, seluruh kehidupan kami, dan kematian kami. Kami persembahkan hanya untuk Allah, Tuhan seru seklian alam. “Inna shalati wanusuki wama yahya wammaati lillahita alla”; Kami yakin, seluruh mekanisme demokrasi kita, dan konstitusi kita, lebih dari cukup untuk melakukan perbaikan kehidupan nasional. Sehingga kita tidak perlu cara-cara ektra parlementer, dan cara-cara ektra konstusional.


Hanya kepada Allah SWT kami menyembah, dan hanya kepada-Nya pula, kami memohon pertolongan.
“Allahumaah dina sirootokal mustakiiiim, sirootolladzi ‘an ‘amta ‘alaihim ghairi makhdu bi ‘alaihim walad dhooooliiiim. Aamiin

Allahuu Akbar.. Allahuu Akbar… Allahu Akbar… Merdeka!”


Prof. DR. H.M. Amien Rais, M.A., Ph.D